Total Tayangan Halaman

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PONPES SIROJUL ULUM BABAT TOMAN KABUPATEN MUBA. WEBSITE INI DIBUAT SEBAGAI MEDIA INFORMASI TERKAIT DENGAN KEGIATAN SANTRI. SEMOGA BERMANFAAT.

Jumat, 17 Juni 2022

PONPES SIROJUL ULUM BABAT TOMAN PPDB MTS TH 2022/2023

 

BabatToman-Pondok Pesantren memang dikenal sebagai tempat bagi mereka yang ingin menimba ilmu agama. Biasanya selama 24 jam mereka dibina oleh pengajar yang dikenal dengan istilah ustad atau kiai. Umumnya di Pesantren tempat santriwan dan santriwati belajar serta mondok di tempat yang terpisah.

Di Kabupaten Musi Banyuasin salah satu pesantren yang berhasil mencuri perhatian warga adalah Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman. Pesantren ini merupakan pesantren yang menggabungkan metode pembelajaran klasik dan moderen.

Pesantren ini juga mengutamakan pendidikan berbasis nilai-nilai Al,Qur’an, sunnah dan kitab-kitab klasik ( kitab kuning) aswaja nahdliyah termasuk mengembangkan pendidikan ilmu pengetahuan umum.

Disamping itu Mts Sirojul Ulum Babat Toman sudah terdaftar atau mendapatka surat izin dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan langsung ditandatangani  Kepala Kanwil DR. Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I dengan nomor 841 dan nomor statistik Madrasah 121216060060. Disamping itu resmi dengan Akta Notaris Nomor 11 Doddy Astaman, SH,Mkn tanggal 26 November 2020 pengesahan Akta notaris AHU-0023400.AH.01.04. Tahun 2020 tanggal  30 November 2020

Pesantren yang beralamatkan di jalan sekayu-lubuk linggau Desa Toman Baru Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin ini berada dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Sirojul Ulum. Keberadaannya mendapat sambutan positif dari warga sekitar.

” Tentu bagus yah,ada pesantren di sekitar ini,kan kata ustadz,kalau ada wilayah yang ada pesantrennya itu,aura kebaikannya akan menular ke masyarakat sekitarnya ” terang Tukino, salah satu warga sekitar.

Saat ini Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman tengah membuka perdana pendaftaran santri dan santriwati baru jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat  SMP. Pendaftaran dimulai 1 mei –  25 juni 2022 atau hubungi 0813-6834-4204 / 0822-8227-7005

Mengenai hal ini, pengasuh Pondok Pesantren  Sirojul  Ulum KH. Ahmad Mubari, S.Ag ,M.Pd.I mengatakan “Pondok Pesantren  Sirojul Ulum Babat Toman ini berdiri minalloh ilalloh ( Dari Alloh dan menuju kepada Alloh) dengan membawa inspirasi dari Al-Mukarrom Al-Maghfurlah KH.Muhammad Mudarris Sm. Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Hasanah Banyuasin, yg sudah menempa dan membimbing saya sehingga terdorong ingin memanjangkan jariyah dan ilmu beliau.

“Tentu tidak beda dengan visi dan misi beliau yaitu keinginan membantu pemerintah dalam mendidik anak bangsa berilmu dan berakhlakul karimah, harapan selanjutnya kepada para orang tua kaum muslimin kiranya berkenan mempercayakan kepada pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat toman untuk putra putrinya dididik di sini”. Ungkapnya

link Brosur

Brosur PONPES Sirojul Ulum

Sabtu, 04 Juni 2022

Saat Fudhail bin ‘Iyad Mempertanyakan Kekayaan Abdullah bin Mubarak

 

Dalam kitab Târîkh Madînah Dimasyq, Imam Ibnu ‘Asakir mencatat sebuah riwayat tentang Imam Fudhail bin ‘Iyad yang mempertanyakan kekayaan Imam Abdullah bin Mubarak. Berikut riwayatnya:


 علي بن الفضيل يقول: سمعت أبي يقول لابن المبارك: أنت تأمرنا بالزّهد والتقلل والبُلغة, ونراك تأتي بالبضائع من بلاد خراسان إلي البلد الحرام, كيف ذا, وأنت تأمرنا بخلاف ذا؟ فقال ابن المبارك: يا أبا علي, أنا أفعل ذا لأصون بها وجهي, وأكرم بها عرضي, وأستعين بها علي طاعة ربي, لا أري لله حقا إلّا سارعتُ إليه حتي أقوم به فقال له الفضيل: يا ابن المبارك, ما أحسن ذا إن تمّ ذا 

Ali bin al-Fudhail (bin ‘Iyad) berkata: “Aku mendengar ayahku berkata pada Ibnu al-Mubarak: Baca Juga: Ketika Abdullah bin Mubarak Berdesakan Mengambil Air Minum “Kau memerintahkan kami untuk zuhud, menganggap kecil (harta), dan (hidup) secukupnya. Tapi kami melihatmu memiliki banyak harta (yang membentang) dari Khurasan sampai al-Haram (Makkah). 

Bagaimana bisa begitu? Padahal kau memerintahkan kami untuk tidak seperti itu?” (Imam Abdullah) bin Mubarak berkata: “Wahai Abu ‘Ali. Aku melakukan ini untuk menjaga wajahku (dari meminta-minta/dikasihani), memuliakan jiwaku (dari kebakhilan) dan membantuku taat pada Tuhanku. Tidaklah aku melihat hak Allah kecuali aku bergegas menuju ke arahnya hingga aku (benar-benar) melakukannya.” (Imam) Fudhail berkata kepadanya: “Sungguh luar biasa jika hal ini (berhasil) dicapai.” (Imam Ibnu ‘Asakir, Târîkh Madînah Dimasyq, Beirut: Dar al-Fikr, 1996, juz 32, hlm. 456) 

 Imam Abdullah bin Mubarak adalah orang yang sangat kaya raya. Ia memiliki properti di mana-mana. Kekayaan utamanya (modal), konon mencapai empat ratus ribu dinar emas. Ia gemar sekali membantu orang yang sedang menuntut ilmu, atau ulama yang sedang mengalami kesusahan finansial. 

Dalam sebuah riwayat, ia pernah memberi empat ratus ribu dinar kepada Imam Abu Usamah hanya karena melihat ada kesusahan di wajahnya. Ia tidak memberinya secara langsung tapi mengirimkannya. (Imam Syamsuddin al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, Kairo: Muassasah al-Risalah, 1982, juz VIII, halaman 409-410). 

Kisah tentang kedermawanannya begitu melimpah, ditulis hampir di berbagai kitab seperti Târîkh Madînah Dimasyq, Hilyah al-Auliyâ’, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, dan lain sebagainya. Murid dan teman-temannya menyaksikan sendiri kedermawanannya. Salah satu muridnya, Manshur bin Dinar mengatakan:

 إن عبد الله كان يتصدق لِمُقامه ببغداد كلّ يوم بدينار 

Artinya, “Sesungguhnya (Imam) Abdullah bersedekah untuk tempat tinggalnya di Baghdad satu dinar (emas) setiap hari.” (Al-Dzahabi, 1982: VIII/406). 

Imam Abdullah bin Mubarak memiliki banyak rumah besar yang banyak dikunjungi dan didiami orang-orang yang belajar kepadanya, kecuali rumah yang di Kufah. Dalam Shifah al-Shafwa disebutkan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak tinggal di rumah yang kecil (bil kûfah nazala fî dâr shaghîrah), dan tidak banyak yang datang kepadanya.

 Ketika ditanya soal itu, ia menjawab lebih senang seperti ini. Karena di tempat lainnya, terutama di tempat kelahirannya, Marwa, setiap ada permasalahan apa saja, orang-orang akan berkata, “bertanyalah kepada Ibnu al-Mubarak.” Dan di Kufah, ia terbebas dari itu, dan bisa memfokuskan diri dalam beribadah dan belajar. (Imam Abu al-Farj Abdurrahman ibnu al-Jauzi, Shifah al-Shafwah, Kairo: Dar al-Hadits, 2009, juz II, halaman 323)

 Ia berbisnis agar bisa membantu orang yang kesusahan, terutama di kalangan ulama dan pelajar. Ia sering membayar hutang murid-muridnya, dan membiayai kehidupannya. Dengan kata lain, Imam Abdullah bin Mubarak menyediakan program scholarship (beasiswa) untuk para pelajar. Ia mengajar sekaligus membiayai kebutuhan mereka.

 Dalam kisah di atas, Imam Abdullah bin Mubarak menjelaskan motivasinya dalam berbisnis, yaitu, pertama, untuk menjaga kehormatannya dari meminta-minta atau dikasihani. Kedua, untuk memuliakan jiwanya dari kebakhilan, dan ketiga, untuk membantunya dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Dengan kekayaannya, ia tidak akan pernah meminta-minta untuk dikasihani, sehingga upayanya untuk tidak bergantung kepada selain Allah dapat cukup terpenuhi.

 Kemuliaan dan kebersihan jiwanya pun akan terjaga dari kebakhilan, dan dari perasaan tidak nyaman ketika ia tidak mampu membantu orang yang membutuhkan. Ia pun dapat menggunakan kekayaannya dalam jalan ketaatan, seperti sedekah, zakat, membantu orang yang membutuhkan, membiayai para pelajar dan lain sebagainya. Ia pernah mengatakan sesuatu kepada Imam Fudhail bin ‘Iyadh.

 Katanya: لولاك وأصحابك ما اتَّجرتُ Artinya “Andaikan tidak karena kau dan sahabat-sahabat (murid-murid)-mu, aku tidak akan berbisnis (berdagang).” (Al-Dzahabi, 1982: VIII/386).

 Dengan kata lain, ia mengambil peran sebagai orang yang mengumpulkan kekayaan untuk membantu perjalanan dakwah, proses belajar-mengajar, dan belajar para santri. Karena semua itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Ia pernah memberi teman-temannya dan orang yang hadir di majlisnya seribu dirham per-orang. (Ibnu ‘Asakir: XXXII/457)

 Di samping itu, ia juga menafkahkan hartanya untuk fakir miskin yang membutuhkan. Dalam sebuah riwayat dikatakan: وكان ينفق علي الفقراء في كل سنة مئة ألف درهم Artinya “(Imam) Abdullah bin Mubarak menafkahkan (kekayaanya) untuk fakir (miskin) setiap tahun (sekitar) seratus ribu dirham.” (Al-Dzahabi, 1982: VIII/386). 

Kekayaan tidak berada di hatinya, hanya di tangannya. Ia tidak akan merasa susah hati jika semua kekayaannya habis, dan memang sering habis untuk membantu orang lain, lalu terkumpul kembali karena usahanya. Menariknya, Imam Abdullah bin Mubarak bukan hanya pebisnis yang sukses, tapi seorang ulama dan wali besar yang diakui kealimannya, sampai ada ungkapan dari Imam Abdullah bin Idris :

 كل حديث لا يعرفه ابن المبارك, فنحن منه براء 

Artinya “Setiap hadis yang Abdullah bin Mubarak tidak mengenalnya, maka kami berlepas diri dari hadits tersebut.” (Al-Dzahabi, 1982: VIII/403). Di dalam dirinya, menurut Imam al-‘Abbas bin Mus’ab, terkumpul hadits, fiqih, bahasa, keberanian, kedermawanan, pebisnis dan cinta yang dalam.

 Kepakarannya dalam bidang hadits tidak diragukan lagi. Imam Abu Usamah mengatakan:

 ابن المبارك في المحدثين مثل أمير المؤمنين في الناس 

Artinya “(Imam Abdullah) bin Mubarak di (kalangan) ahli hadits seperti amirul mukminin di (kalangan) manusia.” (Al-Dzahabi, 1982: VIII/383-384). 

Ia memiliki banyak guru dalam bidang hadits, fiqih, qiraat, dan lain sebagainya. Menurut pengakuannya, ia memiliki empat ribu guru (hamaltul ‘ilma ‘an arba’ati âlâfi syaykhin). (Al-Dzahabi, 1982: VIII/397). 

Artinya, meski ia sibuk mengajar dan berbisnis, ia tidak lupa untuk terus menuntut ilmu, hingga memiliki guru dengan jumlah yang fantastis. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan intelektual dan spiritual bisa selaras dengan kesuksesan finansial. 

Dengan menggabungkan ketiganya, ia bisa berbuat lebih kepada dirinya dan orang-orang di sekitarnya, baik dengan bantuan finansial maupun ilmu pengetahuannya yang luar biasa. Wallahu a’lam bis shawwab...

 Ustadz Muhammad Afiq Zahara, alumni Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.Sumber: https://islam.nu.or.id/hikmah/saat-fudhail-bin-iyad-mempertanyakan-kekayaan-abdullah-bin-mubarak-xOBil

Jumat, 03 Juni 2022

Sambutan Pengasuh Ponpes Sirojul Ulum Babat Toman

KH.Ahmad Mubari
KH. Ahmad Mubari,M.Pd.I
Pengasuh Ponpes Sirojul Ulum

 اسلام عليكم ورحمت الله وبركته

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan hidayah, taufiq serta inayah-Nya kepada kita semua semoga dalam menjalankan segala aktivitas selalu dalam lindungan dan bimbingan-Nya. Amin

Shalawat serta salam kami sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa umatnya dari alam kegelapan menuju ke alam terang benderang berupa ajaran agama Islam.

Selanjutnya dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,kami Pondok Pesantren Sirojul Ulum Kecamatan Babat Toman  menyelenggarakan pendidikan baik formal maupun non formal.

Pembuatan website Pondok Pesantren Sirojul Ulum ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Pondok Pesantren secara luas kepada masyarakat dan sebagai sarana informasi dan komunikasi antara pondok pesantren dengan orang tua/wali santri, guru karyawan, alumni dan stakeholders yang memiliki kepedulian, wewenang dan tanggung jawab dalam memajukan Pondok Pesantren Sirojul Ulum.

demi optimalnya layanan akademik, kami berusaha meningkatkan penggunaan teknologi informasi dengan memanfaatkan weblog yang diharapkan civitas dan stakeholders dapat bergabung dalam suatu jaringan komunitas melalui Jaringan internet. Dengan demikian arus komunikasi akan menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya akses internet yang memadai. Dengan fasilitas ini yang dilayani maupun yang melayani menjadi lebih nyaman, aman, cepat, efektif, efisien.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya weblog ini, selanjutnya diharapkan website ini juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Akhir kata kami atas nama Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin memberikan iringan do’a semoga website ini dapat menjadikan manfaat dan barokah untuk kita semua. Kepda Allah Subhanahuwata’ala kita bertawakal dan menyerahkan diri, semoga kita selalu dalam bimbinganNya serta diberi kekuatan, kesehatan dan kemampuan daalam mengemban amanah mulia ini dengan sebaik-baiknya Aminx3.Yaa Rabbalamiin. Wabillahittaufiq wal hidayah.

وسلام عليكم ورحمت الله وبركته

Babat Toman,

Pendiri dan Pengasuh
KH. Ahmad Mubari, S.Ag,M.Pd.I

Pengikut